"Jika engkau bukan anak raja dan bukan anak seorang ulama, maka jadilah seorang penulis" - Imam Al Ghazali

Rabu, 03 Juli 2013

Bingung Penjurusan saat SMA? ini kiatnya!


Masa SMA apalagi ketika kelas X di sekolah negeri adalah awal jenjang pendidikan untuk mempersiapkan diri pada penjurusan saat naik ke kelas XI, tapi bagaimana jika penjurusan itu tidak sesuai?, atau bagaimana lagi kalau penjurusan itu hanya didasarkan gengsi saja?.

nah.. mungkin ini realita yang terjadi pada kebanyakan remaja-remaja 'labil' tapi maunya dibilang ' cool / keren' di indonesia khususnya siswa-siswi kelas X yang akan melanjutkan ke kelas XI dengan metode penjurusan berdasar nilai dan kemampuan siswa.

saya akan membagi beberapa kiat untuk menentukan "jurusan yang tepat" bagi kawan2 sekalian.

pertama, menentukan jurusan yang ingin diambil berdasarkan "MINAT" ataupun kemauan. karena dengan minatlah potensi dan bakat kita dapat dikembangkan secara LEBIH. maksudnya lebih adalah bakat yang kita miliki, jika dikembangkan dan tekuni berdasar jurusan yang diminati akan menjadi kekuatan untuk kita sendiri, tentunya akan menjadi lebih mudah dalam kegiatan pembelajaran ataupun di perguruan tinggi nantinya (persiapan saja dahulu :D ).

kedua, buang jauh-jauh image "GENGSI" atau selalu ingin terlihat keren nan baik. mengapa?
GENGSI itu hanya akan menjadi penghalang untuk menentukan jurusan yang sesuai dengan kemampuan anda. Loh kok bisa?? ya jelas, kita ambillah contoh ; 'si AB mendapat jurusan B, sementara si BA mendapat jurusan A, tetapi si AB ingin ke jurusan A karena dia anggap lebih bergengsi, padahal ia tak cukup mampu untuk menjalankannya atau bahkan ia ingin terlihat keren dimata teman-temannya.'
nah, kalau sudah begitu bisa dibayangkan bukan bagaimana kondisi yang akan datang bagi dia?? pasti makin berat lagi beban pikiran si AB, karena jelas.. TIDAK SESUAI KEMAMPUAN nya.
Kalau sudah seperti ini, akan jauh lebih baik kita membuang yang namanya GENGSI ini..
so, dengan kita membuang jauh-jauh "gengsi" kita akan lebih leluasa dalam mengembangkan bakat dan kemampuan kita didalam bidang yang memang kita miliki dan mampu untuk menjalankannya.
(sebagai informasi saja kalau saya dari jurusan IPS loh, saya  cukup berani untuk melepas tittle jurusan yang boleh dibilang lebih bergengsi karena saya merasa lebih nyaman pada jurusan yang saya minati ini :D)

ketiga, pikir kembali cita-cita dan keinginan anda, ini memiliki andil yang cukup besar.. karena dengan begitu anda akan mendapatkan motivasi tersendiri atau gelora yang tertanam dan tersugestikan di pikiran anda bahwa "saya ingin menjadi itu, dan saya harus belajar dengan giat untuk mendapatkan hal tersebut".

yang terakhir sekaligus yang cukup penting adalah, do'a dan masukan dari orang tua kita tentunya, teman, maupun orang2 di sekitar kita. karena dengan itulah motivasi spiritual kita tumbuh dan hati akan terasa tenang dalam menentukan sesuatu.


terimakasih
sekian, wassalamualaikum. :)
Share:

Selasa, 02 Juli 2013

Mozart, Sang Maestro lantunan 'Klasikal'

Assalamualaikum..

Halo teman-teman pembaca dimanapun anda berada..
kali ini saya ingin membuat sebuah postingan biografi dan perjalanan hidup salah seorang komponis terkenal pada masanya yaitu 'Wolfgang Amadeus Mozart' atau yang sering dikenal dengan Mozart.
langsung kuy!


Lahir
27 Januari 1756
Salzburg
: Wolfgangus Theophilus Mozart
Meninggal
5 Desember 1791
Wina, Austria
Karya
Sekitar 700 karya


img source: wpap, via google image
Wolfgang Amadeus Mozart lahir di Salzburg, 27 Januari 1756 – meninggal di Wina, Austria, 5 Desember 1791 pada umur 35 tahun. Ia adalah seorang komponis dan dianggap sebagai salah satu dari komponis musik klasik Eropa yang terpenting dan paling terkenal dalam sejarah. Karya-karyanya (sekitar 700 lagu) termasuk gubahan-gubahan yang secara luas diakui sebagai puncak karya musik simfoni, musik kamar, musik piano, musik opera, dan musik paduan suara. Contoh karyanya adalah opera Don Giovanni dan Die Zauberflöte. Banyak dari karya Mozart dianggap sebagai repertoar standar konser klasik dan diakui sebagai mahakarya musik zaman klasik. Karya-karyanya diurutkan dalam katalog Köchel-Verzeichnis.

Mozart, yang dikenal memiliki kemampuan tala mutlak (mengenal nada dengan tepat tanpa bantuan alat), mengenal musik sejak lahir. Ayahnya, Johann Georg Leopold Mozart adalah komponis penting pada jamannya, salah satu karyanya yang paling penting adalah Kindersinfonie ("Simfoni Anak-Anak"). Wolfgang adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara yang meninggal prematur.Hanya dia dan Maria Anna Mozart ("Nannerl") yang bertahan hidup sampai dewasa. Sewaktu berumur empat tahun, Mozart sudah mampu memainkan harpsichord dan melakukan improvisasi pada karya-karya musik pendahulunya. Dia bahkan menulis komposisinya yang pertama saat berumur lima tahun. Karya-karyanya antara lain adalah Violin Sonata, dan beberapa Minuet. Leopold mengumpulkan semua komposisi ini tanpa sepengetahuan anaknya. Demikian halnya dengan Nannerl, dia juga adalah pemain piano yang sangat handal. Leopold yang menemukan bakat kedua anaknya merasa “terpanggil” untuk memamerkan mereka ke seluruh Eropa.

Pernikahan Mozart
Pada 4 Agustus 1782, Mozart menikahi Constanze di katedral St. Stefanus. Keesokan harinya, Mozart mendapat surat dari Leopold yang isinya merestui hubungan mereka walau surat tersebut bernada dingin. Pernikahan Mozart cukup bahagia walau mereka cukup banyak menghadapi tantangan hidup. Mozart selalu mengalami krisis uang namun dia tak pernah hidup dalam kemiskinan, dan dari enam anaknya, hanya dua yang hidup.
Mozart mencari nafkah dengan mengajar tiga atau empat murid yang kaya dan memainkan konsert-konsert di rumah bangsawan di Wina. Pada Desember 1781, Mozart tampil di Istana Kaisar dalam suatu pelombaan informal dengan Muzio Clementi. Mereka berdua membuat improvisasi secara individual dan bersama-sama memainkan sonata. Meskipun Mozart dianggap menang dalam lomba tersebut, tapi harapannya untuk mendapatkan jabatan di istana tak terpenuhi.


Pada 16 Juli 1782, Mozart menggelar opera Die entfuhrung aus dem Serail. Opera ini mendapatkan sambutan meriah dari publik. Kaisar Joseph II mengatakan pada Mozart bahwa opera tesebut memiliki “nada yang banyak sekali” dan Mozart menjawab “jumlah nada yang tepat secara persis, Baginda“. Bahkan Gluck meminta pertunjukan opera tersebut diulang.
Pada tahun yang sama, ia sering bermain secara rutin di rumah Pangeran Gottfried von Swieten. Swieten yang tertarik dengan musik Barok ternyata memengaruhi Mozart dalam pembuatan komposisi. Mozart mengembangkan gaya kontrapung dalam musiknya.
Pada tahun 1784, Mozart bergabung menjadi anggota Freemason . freemason adalah suatu serikat yang mendukung ide persaudaraan di bawah Tuhan. Berkat serikat inilah Mozart dapat meminjam uang pada saat ia perlu.

Akhir Hayat Mozart
Kembali ke Wina, Mozart mementaskan operanya, Die Zauberflote ("Seruling Ajaib"). Opera ini sukses besar, libretto-nya ditulis oleh Emanuel Schikaneder (1751-1812). Setelah opera ini selesai, Mozart mendapat pesanan dari Pangeran Franz von Walsegg untuk membuat sebuah Requiem yang bermaksud menjadikan komposisi tersebut sebagai karyanya untuk mengenang istrinya yang telah meninggal. Mozart tak sempat menyelesaikan karya besar ini lalu diteruskan oleh muridnya, Franz Xaver Süssmayr. Menurut beberapa sumber, Mozart tak sanggup menyanyikan bagian Lacrimosa saat sedang memainkan lagu ini dengan teman-temannya. Dari musiknya yang kelam, Franz Beyer mengomentari, dalam album Requiem ‘Aku bisa mendengar suara Mozart, yang berbicara untuk kepentingannya sendiri, dengan keadaan yang mendesak, seperti anak kecil yang sakit dan melihat ibunya dengan penuh harapan dan ketakutan akan perpisahan. Mozart juga mengalami takut akan kematian. Pada tanggal 5 Desember 1791, Mozart meninggal, jam satu pagi.





Sekian yang dapat saya bagi kali ini tentang biografi salah satu komponis idola saya (selain si tuli Beethoven dan Genius Chopin). Semoga bermanfaat!


terimakasih, wassalamualaikum :D



*Sumber referensi: wiki, componist Biography.
Share:
ASSALAMU'ALAIKUM.. SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA. AMBIL MANFAAT, BUANG YANG KURANG BERKENAN :)

Hit and Visitors

@yazid.ulwan / 2019. Diberdayakan oleh Blogger.

Kita dan Bangsa!

Kita dan Bangsa!
cintailah negerimu, bagaimanapun kesenanganmu dengan budaya di negeri sana, pastikan darah juang selalu lekat dihatimu

Labels and Tags

Labels

Catatan Pinggir

Menulis dalam sebuah wadah yang baik demi kebermanfaatan, ialah suatu 'kewajiban' bagi saya meski sepatah-dua patah kata saja. --Jejak--