"Jika engkau bukan anak raja dan bukan anak seorang ulama, maka jadilah seorang penulis" - Imam Al Ghazali

Jumat, 19 Juli 2019

Memilih dan Memilah Jalan



Pada dasarnya, kita selalu memilih jalan yang kita sukai. Jalan yang dapat mengantarkan kita untuk mencapai tujuan dengan cara yang paling mudah.

Akan tetapi, pada faktanya hal tersebut sulit untuk ditemukan. Dalam perjalanan, selalu ada saja onak dan duri tak terelakkan. Akan selalu ada bebatuan yang menyandung, mengiringi perjalanan panjang.

Jika perjalanan ini diibaratkan mendaki sebuah gunung, maka akan berbeda antara yang mendaki gunung melalui jalan terjal dengan Ia yang menikmati jalan landai nan ringan. Sang pendaki ulung dapat menikmati indahnya berbagai sajian alam, sebutlah air terjun, sungai dan telaga; sementara sang pendaki yang memilih kenyamanan hanya mendapati puncak tanpa keindahan. Meskipun tujuannya sama: menggapai puncak tertinggi.

Begitu pula kehidupan. Ada kalanya seseorang dihadapkan dengan berbagai pilihan yang berat dan menyesakkan. Namun, bukan tanpa arti jalan itu diberikan ke kita. Apa yang kita pilih, itulah yang menjadi cerminan kita. Maka, seorang yang arif nan bijak berusaha untuk tidak tergesa-gesa dalam menentukan.

Bercerita tentang pilihan, mungkin agak sulit bagi diri ini untuk bisa mengungkapkan. Sebuah keinginan, kegundahan, sekaligus kebulatan tekad untuk berbenah. Bukan, bukan perkara remeh-temeh. Tapi sebuah jalan yang bisa menentukan mana haq dan bathil.

Setali tiga uang. Di samping jalan yang sulit, ditemukan keindahan. Dibalik keindahan, ada mereka yang membersamai dalam menikmati indahnya jalan yang dipilih.

Maka, tidaklah sekali-kali diri ini menilai jalan dan pilihan orang lain, kecuali kebaikannya. Begitu pula tidak menutupi, kecuali aib yang ada padanya.


Alhamdulillaahil ladzii bini’matihi tatimmush-saalihaat.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

ASSALAMU'ALAIKUM.. SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA. AMBIL MANFAAT, BUANG YANG KURANG BERKENAN :)

Hit and Visitors

@yazid.ulwan / 2019. Diberdayakan oleh Blogger.

Kita dan Bangsa!

Kita dan Bangsa!
cintailah negerimu, bagaimanapun kesenanganmu dengan budaya di negeri sana, pastikan darah juang selalu lekat dihatimu

Labels and Tags

Labels

Catatan Pinggir

Menulis dalam sebuah wadah yang baik demi kebermanfaatan, ialah suatu 'kewajiban' bagi saya meski sepatah-dua patah kata saja. --Jejak--